BERUJUNG PERSAHABATAN

0
826

Semilir angin sejuk di pagi hari berhembus pelan menerpa badan ulat yang berada di atas pohon besar.
“Sejuknya pagi hari ini” kata ulat sambil menikmati kesejukan angi itu.
Setelah itu ulat berjalan-jalan di sekitar pohon itu sambil melihat pemandangan yang sangat indah. Serasanya cukup ulat berhenti di sebuah pohon yang sangat rindang.
“Capek sekali hari ini, tapi terbayarlah dengan pemandangan di sini” ujar ulat sambil menengok kanan kiri.

Langit semakin gelap ulat pun bergegas pulang menuju ke rumahnya. Sesampainya di rumah si ulat menyiapkan makan malamnya setelah itu menuju ke tempat tidurnya. Dan sesudah melahap makananya ia langsung menuju tempat tidurnya, dan si ulat mulai menutup matanya.

Mentari muncul dari barat menandakan hari sudah pagi, kicauan burung yang merdu membuat ulat terbangun dari tidurnya yang nyenyak itu. Seperti biasanya ulat berolahraga dengan berlari lari di sekitar rumahnya.
“Aahhh. Jam berapa ini, aku akan berolahraga dulu supaya akua tetap sehat.” ucap ulat dan bergegas membasuh mukanya.

 Di tengah perjalananya setelah berlari, tiba tiba terdengar suara kepakan sayap yang sangat keras.

“Suara apa itu?” kata ulat ambil mencari asal muasal suara itu.
Dan datanglah 5 ekor belalang.
“Hei, kau ulat buruk rupa kenapa kau di sini, kau tidak tahu ini wilayah kita.” kata salah satu belalang dengan nada membentak.
“Ahh.. Aku di sini cuma berolahraga” jawab ulat dengan gugup.
“Ada saja alasanmu, cepat pergi dari sini” kata belalang.
“Cepat pergi…” teriak belalang yang lainya.
Dengan hati yang hancur dan sedih ulat pun kembali ke rumahnya.

Sesampai di rumahnya ulat termenung, kata kata belalang terus saja terbayang.
“Hei kau ulat buruk rupa..”
Dia terus merenungi perkataan belalang itu. Setelah beberapa hari kemudian ulat memilih untuk menjadi kepompong saja. Setelah dua hari ulat pun menjadi kupu kupu yang sangat cantik dan memiliki sayap yang indah. Dan dia mulai terbang menyusuri langit biru.

Dari kejahuan kupu kupu mendengar teriakan meminta tolong, kupu kupu mendekati sumber suara itu, tak lama kemudian ia menemukan belalang yang tergeletak lemas di sebuah daun.
“Tolong.. Tolong.. Tolong” teriak belalang dengan lemas itu.
“Kau kenapa belalang, dan di mana teman temanmu” ucap kupu kupu sambil mendekati belalang.
“Aku sangat lapar tolong tolong aku, makananku hilang entah ke mana, dan teman temanku aku juga tidak tahu ke mana mereka pergi ”
“Ahh… Sungguh malang nasibmu belalang ayo kita pergi ke rumahku di sana ada makanan yang banyak.. Ayo cepat” tawar kupu kupu.

Sesampainya di rumah kupu kupu, kupu kupu pun langsung membuka pintu rumahnya.
“Mari ayo masuk jangan segan, maaf kalau rumahku jelek dan berantakan.” kata kupu kupu dengan sopan.
“Kau sangat baik kupu kupu, dan juga kau sangat cantik” kata belalang.
“Makasih atas pujianmu, aku akan mengambil makanan dulu ya, kau boleh duduk di situ” kata kupu kupu.

Setelah meahap habis makananya bealang pun berterima kasih kepada kupu kupu.
“Terima kasih kupu kupu, berkat kau aku tidak mati karena kelaparan”
“Hahaha kau ini, ya sama sama” Ujar kupu kupu degan tersenyum.
“Eh kamu siapa ya aku belum berkenalan denganmu” tanya belalang.
“Aku adalah ulat yang pernah kau ejek, setelah hari itu aku memilih untuk menjadi kupu kupu.” jawab ulat
“Ma ma maaf kan aku, aku tidak bermaksud mengejekmu pada saat itu..” kata belalang sambil berlutut di depan kupu kupu.
“Eh kenapa kau berlutut di depanku cepat berdiri, aku sudah memaafkanmu pada saat itu juga belalang” kata kupu kupu denagn senyum yang manis.
“Benarkah..?” kata belalang dengan gembira
Kupu kupu menjawab dengan mengangguk kecil.
“Dan sekarang kita berteman ya” ujar belalang dengan senang.
“Oke…”
Akhirnya mereka menjadi sahabat yang sangat baik dan selesai..

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here